Korix Share

Sunday, October 19, 2008

Penyebab Munculnya Rasa Bosan

Rasa bosan dalam kehidupan rumah tangga berkaitan dengan faktor internal dan eksternal. Secara internal, rasa bosan seorang suami atau istri berkaitan dengan apresiasi dirinya terhadap kondisi rumah tangganya. Mungkin seorang suami melihat keadaan rumah yang tidak rapi setiap pulang kerja. Atau istri mendapati suami pulang kerja dengan setumpuk permasalahan kantor yang kemudian menjadi pekerjaan rumah. Tidak ada waktu untuk bercengkrama atau sekedar ngobrol sehingga rumah tangga rasanya seperti angin lalu, tanpa ruh. Atau suami mengingnkan istri siap jika dia memerlukan teman diskusi pekerjaan kantor. Di sisi lain suami tidak peduli pada pekerjaan rumah tangga istri yang tidak henti-hentinya. Artinya, di satu sisi suami atau istri mengharapkan pasangannya memahami namun di pihak lain tidak ada itikad yang memudahkan harapan itu bisa terealisasi.

Secara eksternal, sebab-sebab munculnya rasa bosan berasal dari hal-hal di luar diri. Mungkin memang sudah saatnya Anda mengubah posisi tempat tidur atau mengganti gorden kamar Anda. Mungkin saatnya juga Anda mengganti warna cat rumah dengan warna yang lebih segar. Anda juga mungkin sudah saatnya mencoba menu makanan baru atau mengganti penampilan di depan suami Anda.

Ada tiga hal yang diindikasikan menjadi penyebab munculnya rasa bosan untuk Anda kenali:

1. Anda melakukan kesalahan berulang-ulang. Bisa jadi istri memasak terlalu asin dan itu terjadi berulang kali untuk masakan kesukaan suami. Istri kembali memakai baju warna gelap yang tidak disukai suami. Atau suami selalu menyimpan baju-baju kotor di belakang pintu sehingga istri harus sering razia baju kotor. Dengan demikian Anda berdua sudah terperosok dua kali pada lubang yang sama. Akibatnya Anda berdua merasa bosan dengan keadaan yang terus berulang, sementara Anda berdua tidak menghendaki keadaan seperti itu terjadi.

2. Beban Anda memang berat dan tidak pernah henti. Mungkin istri aktivis kegiatan sosial atau bahkan bekerja sehingga ketika sampai di rumah ingin suasana yang sedikit santai untuk mengendorkan urat saraf, sementara suami datang dengan segudang permasalah kantor dan tuntutan pelayanan dari istri. Atau mungkin kondisi ekonomi rumah tangga kurang mencukupi sehingga suami dan istri harus sama-sama bekerja keras. Kendati begitu ternyata gaji berdua tidak cukup untuk membayar rekening-rekeining tagihan. Fisik lelah dan fikiran jenuh, akhirnya tidak ada waktu lagi untuk sekedar bermanis-manis dengan pasangan. Yang ada adalah ketegangan-ketegangan yang lama kelamaan menimbulkan kebosanan-kebosanan dalam menghadapi permasalahan hidup.

3. Idealisme Anda terlalu tinggi. Apapun yang tidak seimbang akan berakhir pada kebosanan. Harapan yang terlalu tinggi pada pasangan akan menimbulkan kekecewaan jika ternyata pasangan tidak mampu memenuhi harapan Anda. Misalnya saja, Anda menginginkan suami selalu bersemangat dalam menyelesaikan setiap permasalahan karena bagi Anda suami ideal adalah suami yang selalu tegar menghadapi masalah rumah tangga. Namun ternyata suami Anda malah down. Anda mengharapkan istri Anda bisa berbisnis sepeerti istri-istri yang lain yang bisa menambah income bulanan dengan berbisnis busana muslim. Kenyatannya istri tidak berbakat dagang sehingga tidak balik modal. Akhirnya Anda patah arang, lalu malah tidak semangat lagi mengejar harapan itu. Akhirnya Anda pun bosan mengejar sesuatu yang memang tidak bisa ANda paksakan kepada pasangan Anda.

Kebosanan yang Melahirkan Kekuatan Baru

Tidak sedikit orang yang menjadikan kebosanan sebagai antiklimaks yang mengawali sikap atau perilaku buruk. Mereka berdalih mencari kompensasi rasa bosannya itu dengan mengerjakan hal-hal negatif dengan dalih untuk mencari suasan baru. Padahal jika disikapi dengan baik, kebosanan akan memunculkan kreativitas yang melahirkan kekuatan baru.

Berikut Tips-tips yang bisa Anda Simak :

a. Perbarui niat. Setelah sekian lama berumah tangga, ada saatnya Anda berdua menekan tombol pause untuk merenung. Mungkin karena kesibukan urusan kantor atau rumah, Anda berdua tidak sempat saling mengingatkan pada niat semula menjalani rumah tangga sebagai ibadah. Anda berdua perlu mengukur kembali keikhlasan Anda dalam menghadapi berbagai problematika rumah tangga, Keikhlasan adalah sumber kekuatan jiwa dan fisik sehingga Anda akan kuat menjalani kondisi apapun dalam hidup.

b. Susunlah perencanaan dan manajemen rumah tangga Anda. Kebosanan banyak datang karena tidak adanya perencanaan dan manajemen yang baik dalam menata aktivitas rumah tangga. Akibatnya tenaga, pikiran, waktu dan dana tidak terpakai untuk hal-hal penting.

c. Pahami keutamaan-keutamaan amal. Allah akan memberikan ganjaran untuk pekerjaan yang dilakukan dengan dasar ikhlas dan benar. Lelahnya suami mencari nafkah dihitung sebagai fi sabiilillah. Peluh, kelelahan dan kesulitan dalam mencari nafkah akan memperoleh pahala besar. Pekerjaan istri mengurus rumah tangga dengan benar dan ikhlas akan mengantarkannya ke surga yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beramal shaleh.

d. Ajaklah pasangan Anda melakukan ibadah sunnah berdzikir, beribadah, dan mendekatkan diri kepada Allah ketika kita diterpa kegelisahan dan rasa bosan adalah di antara kebiasaan yang dilakukan salafuushaleh. Allah akan menyertai orang-orang yang menjalankan amalan-amalan sunnah setelah menjalankan amalan-amalan wajib.

e. Bercerminlah pada orang lain. Anda berdua bisa bertanya kepada orang-orang tua atau yang lebih berpengalaman tentang kiat-kiat mereka mengatasi kelelahan atau kebosanan dalam menjalani cobaan-cobaan hidup. Uraian mereka akan memacu semangat Anda dalam mengatasi kebosanan.

Bunga Mawar dan Pohon Cemara

Konon di tengah hutan, bunga mawar menertawakan pohon cemara seraya
berkata; "Meskipun anda tumbuh begitu tegap, tetapi anda tidak
memiliki keharuman sehingga tidak dapat menarik kumbang dan
lebah untuk mendekat."

Pohon cemara diam saja. Demikianlah bunga mawar di mana-mana
menyiarkan dan menceritakan tampak buruk pohon cemara, sehingga
membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Ketika musim dingin datang dan turun salju yang lebat, bunga mawar
yang sombong sangat sulit mempertahankan kehidupannya.
Demikian pula dengan pohon dan bunga-bunga lainnya. Hanya pohon cemara
yang masih tegak berdiri di tengah badai dingin yang menerpa bumi.

Di tengah malam yang sunyi, salju berbincang-bincang dengan
pohon cemara. Salju berkata; "Setiap tahun saya datang ke bumi
ini, selalu melihat kemakmuran dan keramaian di bumi menjadi berubah.
Hanya gersang dan sunyi senyap yang menyelimuti bumi. Namun,
kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian saya dan berdiri
tegak hingga dapat menahan segala macam tekanan alam. Begitu pula alam
kehidupan dan manusia selalu mengalami perubahan."

Demikianlah pembicaraan menarik antara pohon cemara dan salju yang
terjadi di tengah malam pada musim dingin. Sedih dan gembira selalu
datang silih berganti; hanya dengan keteguhan jiwa dan pikiran, maka
kebahagiaan itu akan dapat kita raih. Caci maki dan fitnah tidak dapat
menjatuhkan orang yang kuat.

Di dalam ungkapan Timur sering terdapat kata kata :
"Menengadah ke langit dan membuang ludah." dan "Menabur debu dengan angin
yang berlawanan."

Ini semua mengisahkan kebodohan-kebodohan yang dilakukan seseorang dan
pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri. Menghadapi fitnahan dan
celaan, hendaknya seseorang berlapang dada bagaikan langit besar yang
tak bertepi.

Cuaca terang dan berawan selalu silih berganti. Belajar bagaikan
cermin yang jernih dapat melihat keadaan sebenarnya.

Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dan kecongkakan sejenak, tetapi
pohon cemara dapat menghadapi, menerima dan menahan diri
dengan tenang dan sabar.

Kita harus belajar dari sifat pohon cemara yang tegar menahan
serangan, baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan maupun pikiran;
dan menjadikannya sesuatu yang sejuk, hangat dan damai.

Karena kita tidak sempurna

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan Saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

  Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria

pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudahmengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian,pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yangselama ini saya impikan.

 

  Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang

saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

 Saya bertanya, "Mengapa Tuhan!?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah 

 Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

 Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

 

 Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagiKu untukmemenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau.

 Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

 

 Kemudian Tuhan berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. 

 

 Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang.

 Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan

saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.  

 

 Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna.
 Aku memberikanmu seseorang yang dapat tumbuh bersamamu."

9 dari 10 Kekayaan Ada di Tangan Pedagang

Enterpreneurship (kewirausahaan), dalam beberapa tahun terakhir 
menjadi topik yang makin sering dibicarakan. Krisis ekonomi yang
melanda Indonesia sejak pertengahan 1997 telah mengajarkan kepada
masyarakat bahwa menggantungkan harapan kepada orang lain (bekerja pada
orang lain) sudah bukan lagi pilihan utama sebagaimana yang selama ini
selalu diajarkan oleh para orang tua kita
sejak kita masih kecil. Krisis ekonomi telah menimbulkan gelombang
pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa jutaan pegawai. Angka
pengangguran melonjak drastis. Baik mereka yang menganggur karena belum
juga dapat pekerjaan, baru lulus kuliah, maupun para penganggur baru
yang berasal dari perusahaan-perusahaan yang bangkrut.

Di sisi lain, krisis ekonomi telah menumbuhkan ''berkah'' berupa 
lahirnya para enterpreneur (wirausahawan) baru. Mereka ini adalah 
orang-orang yang jeli melihat peluang, dan tak gamang menghadapi 
kesulitan-kesulitan. Ketika banyak orang meratapi nasibnya yang malang

akibat terkena PHK dan tak juga dapat pekerjaan, mereka mengarahkan 
segenap daya dan upaya untuk menciptakan lapangan kerja bagi dirinya 
sendiri maupun orang lain.

Mereka menyadari bahwa jalan untuk meraih sukes, kekayaan maupun 
kebahagiaan bukanlah dengan menjadi kuli, melainkan menjadi bos bagi 
diri sendiri dan orang lain. Mereka menyadari bahwa rezeki itu 
sebagian besar ada di tangan pengusaha, bukan di tangan pekerja. 
''Nabi Muhammad pernah mengatakan bahwa sembilan dari 10 kekayaan 
berada di tangan pedagang, sedangkan sisanya yang hanya satu bagian 
itu dibagi-bagi di antara sekian banyak orang yang lebih memilih 
menjadi pekerja,'' kata Presiden Direktur/CEO PT Foodland Adam Mandiri

Islami (Foodland), Novian Mas'ud, pada pembukaan showroom Foodland 
Shohib dan Stock Center Manajemen Qolbu Barokah di Cipondoh, 
Tangerang, pekan lalu. Karena itulah, kata Novian, masyarakat kini 
sebaiknya lebih memperhatikan aspek pengembangan ekonomi, khususnya 
bidang kewirausahaan. ''Nabi menganjurkan umatnya untuk menjadi 
pengusaha, bukan menjadi pekerja,'' tandasnya.

Novian menambahkan, sejarah pengembangan Islam di zaman Rasulullah 
penuh dengan contoh para konglomerat yang mengembangkan bisnisnya
untuk kepentingan masyarakat luas. ''Kita mengenal nama-nama seperti
Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Mereka adalah konglomerat di
zamannya. Istri Rasulullah, Siti Khadijah juga merupakan konglomerat,''
paparnya. Menurut Novian, para konglomerat Muslim di masa lalu telah
menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah, yang dilandasi pada dua hal,
yakni halal dan thoyyib. Artinya, bisnis tersebut tidak hanya halal,
tapi juga harus baik. Baik sumbernya, prosesnya, maupun hasil akhirnya.
''Salah satu aplikasi ekonomi syariah itu adalah ritel syariah,'' kata
pengusaha yang sejak Desember 2004 mengembangkan showroom Foodland
Shohib dan sedang menyiapkan pendirian hipermarket halal
Foodland.

Hal senada dinyatakan oleh KH Idup Indrawan, pimpinan Yayasan Yatim Al

Mubarok, Cipondoh, Tangerang. ''Rasullah, sejak masa mudanya telah
menekankan pentingnya berbisnis. Beliau telah merintis usaha bisnis
sejak masih usia belasan tahun. Beliau juga telah mencontohkan bagaimana
cara berbisnis yang baik, yakni bisnis yang dilandasi oleh kejujuran dan
keterbukaan, aman dan
kecerdasan, sehingga Beliau digelari Al Amin, artinya orang yang dapat
dipercaya,'' tegasnya. Menurut Idup Indrawan, kewirausahaan menjadi
sangat penting bagi umat Muslim untuk mengejar ketertinggalannya di
bidang ekonomi. ''Selama ini umat Islam hanya menjadi penonton, sehingga
ekonomi dikuasai oleh umat lain. Kalau umat Islam ingin bangkit dari
ketertinggalan di bidang ekonomi, maka umat Islam harus mengarahkan
kembali perhatiannya pada bidang ekonomi seperti yang pernah dicontohkan
oleh Rasulullah dan para sahabat dahulu,'' tandasnya.

Pemilik Foodland Shohib dan Stock Center Cipondoh, Masrukin mengatakan

pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat untuk berbisnis. ''Asalkan
kita menyadari potensi kita dan mau bersatu, insya Allah kita bisa
menjadi pengusaha yang berhasil,'' tuturnya. Masrukin lalu mencontohkan
falsafah jari-jari tangan. Ibu jari berarti setiap orang punya kekuatan
dan potensi. Telunjuk berarti motivasi. Jari tengah menandakan perlunya
keseimbangan antara dunia dan akhirat, jasmani
dan rohani. Jari manis bisa tegak kalau ditopang oleh tangan yang satu
lagi, artinya perlu kolaborasi dengan pihak lain. Sedangkan kelingking,
sebagai jari yang paling kecil mengandung falsafah jangan sampai hal-hal
kecil mengganggu suatu usaha bisnis. ''Semua jari itu bisa mengepal bila
ditopang oleh telapak tangan. Artinya, untuk sukses bisnis, kita harus
bersatu. Sumberdaya yang ada harus dikelola dengan baik. Artinya, perlu
manajemen yang baik,'' ujar Masrukin.

Meredam Rasa Tersinggung

Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah
timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering
disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain. Ketika
tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya
akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan
dari ketersinggungan adalah habisnya waktu kita untuk
memikirkan "balas dendam"

Efek yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan.
Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat,
dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak ersinggung
menjadi suatu keharusan. Apa yang menyebabkan orang tersinggung?

Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai dirinya lebih dari
kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa sukses.
Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang
menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang
tersinggung akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri.
Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional
menilai diri.

Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai
lebih kepada diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa
saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya
ini orang yang sudah berbuat.

Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat
kita makin tersinggung. Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk
meredam ketersinggungan :

Pertama, belajar melupakan.
Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita
seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita pemuka agama
lupakan kepemuka agamaan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah
hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar
kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri untuk
merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat
ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit.
Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun
kecuali sepercik titipan berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai
jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah
telah berikan dan dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini
hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji,
dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.

Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada
kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat. Kita
tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa
menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi apabila salah menyikapi
Kejadian dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat
sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa
diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun
perkataan orang lain kepada kita, anggap saja ini episode atau ujian
yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.


Ketiga, kita harus berempati. Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari
sisi kita. Perhatikan kisah seseorang yang tengah menuntun gajah dari
depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang Gajah tersebut. Yang
di depan berkata, "Oh indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan
ia didorong dan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir.
Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat
pantat gajah. Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak
ingin mudah tersinggung cari seribu satu alasan untuk Bisa memaklumi
orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat
semata-mata untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan,
sehingga kita dapat
mengendalikan diri.

Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai lading
peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan
buah2 "kebaikan" Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan
membalasnya dengan kebaikan

Kisah Hidup Manusia

Diawal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.

Beliau berkata kepada sang sapi 

"Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."

Sang Sapi keberatan

"Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"

Maka setujulah Tuhan.

 

Dihari kedua, Tuhan menciptakan monyet.

"Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!"

Sang monyet menjawab

"What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. 

Kukembalikan 10 tahun padamu"

Maka setujulah Tuhan.

 

Dihari ketiga, Tuhan menciptakan anjing.

"Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggonggongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!"

Sang anjing menolak :

"Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way. Kukembalikan 10 tahun padamu".

Maka setujulah Tuhan.

 

Dihari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan:

"Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya.

Akan kuberikan engkau umur sepanjang 20 tahun!"

Sang manusia keberatan,

katanya "Menikmati kehidupan selama 20 tahun ? Itu terlalu pendek Tuhan.

 

Let's make a deal.

Karena Sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,

dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. 

Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 70 tahun. Setuju ?" 

Maka setujulah Tuhan.

 

AKIBATNYA ....................

 

Pada 20 tahun pertama kehidupan, kita makan, tidur dan bersenang-senang.

 

30 tahun berikutnya, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.

 

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet.

 

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada

orang yang lewat ....................

 

Komentar :

Tentu saja cerita ini fiktif; tetapi mengandung kebenaran tentang betapa manusia itu serakah
dan sok pinter seolah melebihi Tuhan !

Kasih seorang Ibu.

Jalannya sudah ter-titih2, karena usianya sudah lebih
dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar
rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal
dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan. Masih teringat
olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tsb.
Ayah dari anak tsb minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab
atas perbuatannya.

Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yg belum
dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yg hamil
sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir
dari rumah orang tuanya. Selain aib yg harus di tanggung, ia pun harus
bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan
putrinya, tidak ada seorang pun yg mendampinginya. Ia tidak mendapatkan
kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yg ia dapatkan hanya
cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.

Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yg didapatkannya dari
Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan
memberikan seluruh kasih sayang yg ia miliki hanya untuk putrinya seorang,
oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja
berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam,
karena itu merupakan penghasilan tambahan yg ia bisa dapatkan.

Terkadang ia harus menjahit s/d jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari
itu adalah sesuatu kemewahan yg tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu
Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua
agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yg tercinta.
Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada
suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, disamping
itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.

Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak
mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yg
seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri
ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai
pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yg tercinta, hanya yg
terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian s/d makanan.

Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin
sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia
telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk
putrinya, tetapi ternyata uang yg telah dikumpulkannya belum mencukupinya.
Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran
dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri
untuk keluar rumah dan bekerja.

Sejak saat tsb ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya
terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan
hanya yg terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi
dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia
tidak pernah absen bekerja demi putrinya yg tercinta.

Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan
studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak
dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia
masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh
ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yg bekerja hanya
sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku
kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun
hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang,
bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling
belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan
memberkati putrinya yg tercinta. Sejak saat itu ber-th2 ia tidak mendengar
kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi
putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah
melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa
ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.

Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya,
tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya.
Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan
kesempatan untuk melihat dan bertemu dgn anak dan cucunya, karena
keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia
melamar dgn menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga
putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan
diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong
cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi
pembantu dari keluarga tsb. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan,
bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.

Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan
binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinyada daripada
dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali di bentak dan dimaki oleh putri
dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa
sambil menangis di dlm kamarnya yg kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar
Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak
dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja
kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja ber-th2 sebagai babu tanpa ada orang yg mengetahui siapa
dirinya dirumah tsb, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja
lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yg setia ini
sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah
jompo. Puluhan th ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dgn putri
kesayangannya. Uang pension yg ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung
untuk putrinya, dgn pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan
bantuannya.

Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi,
tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia
merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yg ia dambakan
sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat
putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang
simpanan yg ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir
untuk putrinya.

Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun dgn
lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah
lagi, karena diluaran sangat dingin, tetapi Nene tua ini tetap memaksakan
diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dgn putrinya sekali lagi
yg terakhir kali. Dgn tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu
datangnya bus ber-jam2 diluaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak
rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu
perjalanan yg jauh dan tidak mudah bagi seorang nene tua yg berada dlm
keadaan sakit.

Setiba dirumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah
putrinya dan ternyata purtinya sendiri yg membukakan pintu rumah gedong
dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yg diucapkan putrinya?
Apakah rasa bahagia bertemu kembali dgn ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor:
"Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan th sebagai pembantu, apakah kamu
tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang
rumah!"

"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan
hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yg
terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran dingin
sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita
tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan
menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali
mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan
putrinya dgn nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dgn keras. Ia mengusir
ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada
rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.

Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau
pinjam telepon dirumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam
teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di
depan ada seorang nene meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!" Wanita
tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga
perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang
putrinya yg tercinta yg tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.

Ibu saya tidak melek komputer, bahkan beliau seorang wanita yg buta aksara,
tetapi untuk mang Ucup pribadi beliau adalah wanita yg paling hebat, dimana
s/d detik ini mang Ucup masih bisa belajar dari padanya. Belajar memberikan
dan membagikan kasih tanpa pamrih dan tanpa lagas. Ibunya mang Ucup
menderita sakit kanker, tetapi ia tidak pernah mengeluh. Tiap kali saya
menelpon Ibu, pertanyaan standard selalu diajukan kepada saya: "Apa yg Ibu
bisa bantu untukmu nak?" Ia tidak memohon untuk dirinya sendiri dlm doanya,
yg ia utamakan selalu hanyalah kami anak2nya! Ia selalu mendoakan kami siang
dan malam.

Maka dari itulah untuk mang Ucup, Ibu saya adalah wanita yg tercantik
sejagat raya, melebihi daripada Michael Preifer walaupun ia barusan saja
terpilih oleh majalah People sebagai wanita tercantik sedunia untuk th 1999.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dgn penuh kasih sayang tanpa
mengharapkan pamrih apapun juga. 

Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak2nya,
tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun
tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.

Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan
ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari2 tertentu.
Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita
hanya pada waktu hari Ibu saja " sedangkan di hari2 lainnya tidak pernah
mengingatnya, boro2 memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya
waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau
memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar
daripada bunga maupun hadiah.

Renungkanlah: 
Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? 
Kapan kita terakhir mengundang Ibu? 
Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2? 
Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis 
dgn ucapan terima kasih kepada Ibu kita? 
Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? 
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, 
percuma kita memberikan bunga maupun tangisan 
apabila Ibu telah berangkat, 
karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

When Mother prayed, she found sweet rest, 
When Mother prayed, her soul was blest; 
Her heart and mind on Christ were stayed, 
And God was there when Mother prayed!

Our thanks, O God, for mothers 
Who show, by word and deed, 
Commitment to Thy will and plan 
And Thy commandments heed. 

A thousand men may build a city, 
but it takes a mother to make a home.

Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan2
lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup berikanlah
bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat.

Ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan...

Ada hal2 yang tdk ingin kita lepaskan orang2 yang tdk ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia. 
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".

Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng, yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa2... namun Anda telah memahami sesuatu...!

Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan...!!

Berkat atau Kutuk

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil.
Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki
kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti
itu belum pernah di lihat begitu kemegahannya, keagungannya dan
kekuatannya. Orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu,
tetapi orang tua itu selalu menolak, "Kuda ini bukan kuda bagi saya,"
ia akan mengatakan. "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat
menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat
menjual seorang sahabat." Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia
tetap tidak menjual kuda itu. Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu
tidak ada di kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua
bodoh," mereka mengejek dia, "sudah kami katakan bahwa seseorang akan
mencuri kudamu. Kami sudah peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda
begitu miskin. Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu
berharga? Sebaiknya anda sudah menjualnya. Anda boleh minta harga apa
saja. Harga setinggi apapun akan di bayar juga. Sekarang kuda itu
hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan." Orang tua itu menjawab,
"Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada
di kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah penilaian.
Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu?
Bagaimana Anda dapat menghakimi?" Orang protes, "Jangan menggambarkan
kita sebagai orang bodoh! Mungkin kita bukan ahli filsafat, tetapi
filsafat hebat tidak di perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang
adalah kutukan." Orang tua itu berbicara lagi, "Yang saya tahu
hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya
tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan.
Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan
terjadi nanti?" Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu
gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia
akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya.
Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang
memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang
yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih.
Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia
betul-betul tolol. Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak
dicuri, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga
membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk
desa berkumpul di sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan,
"Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan
sebenarnya berkat. Maafkan kami." Jawab orang itu, "Sekali lagi kalian
bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan
saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai.
Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat? Anda hanya melihat
sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh
cerita,bagaimana anda dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman
dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya
membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti
seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh
hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang anda tahu hanyalah
sepotong ! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya
sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa
yang saya tidak tahu." "Barangkali orang tua itu benar," mereka
berkata satu kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata.
Tetapi di dalam hati mereka tahu bahwa ia salah. Mereka tahu itu
adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan
kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian
dijual untuk banyak uang. Orang tua itu mempunyai seorang anak
laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah
beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya
patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan
menilai. "Kamu benar," kata mereka, "Kamu sudah buktikan bahwa kamu
benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan.
Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia
tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih
miskin lagi." Orang tua itu berbicara lagi, "Ya, kalian kesetanan
dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan
saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan?
Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini
datang sepotong-sepotong." Maka terjadilah 2 minggu kemudian negeri
itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta
untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia
sedang terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu
sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil
untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh
sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka mungkin
tidak akan melihat anak-anak mereka kembali. "Kamu benar, orang tua,"
mereka menangis, "Tuhan tahu kamu benar. Ini membuktikannya.
Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak
ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya". Orang
tua itu berbicara lagi, "Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian.
Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya
ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak.
Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang
cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Tuhan yang tahu." * * * *
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian.
Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu
halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan.
Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan
sampai kita ketahui seluruh cerita. 
Everything happens for a reason, we just have to wait out the why.

HOW WILL I KNOW IF I MET THE PERSON I SHOULD MARRY

The choice of a marriage partner should not be based
on "I get a warm,wonderful feeling whenever we're
together and I want to have that
warm wonderful feeling forever, so let's go get
married". Feelings, as we have discussed, have no
logic on their own. They need to be
acknowledged, of course, but they need considerable
assistance from your brain.

Marriage means choosing the person you will spend the
rest of your life with. This, as you may have guessed,
is a very long time to spend with one person. This
person will live with you, eat meals with you, sleep
with you,and go on vacation with you. More important
yet, this person will share your children. You need to
choose wisely. The decision should not be made based
on feelings alone. You need to ask yourself some
tough questions. The decisions have to be made on
solid considerations.

Will this person be a good partner? Is she mature
enough to put her own selfish desires aside to look
out for what is best for the family? Is he prepared
to be a good provider? What is his track record? Is
he responsible enough to get a good job and keep it?

Will this person be a good parent? Can you stand the
thought of your children turning out exactly like
this person? They will, you know.
Children spend a lot of time with their parents and
consequently pick up many or most of their parents'
character traits. You had better like your spouse's
traits a lot because you will be seeing them again in
your children.

If something were to happen to you, would you
completely trust this person, alone, with the ask of
raising and forming your children?
This is not a pleasant thought, but it is an
important consideration. Not everyone dies at a ripe
old age with great grandchildren gathered
around the bed. Sometimes a parent dies and leaves
young children! in the care of the other parent. If
you feel that you would need to be around to correct
or lessen this person's influence on your children,
then you are considering the wrong person.

Does this person share your faith in God? God does
not give us children so that we can mold them into
the coolest, most popular people in school. Our job is
to get them to heaven. To do that, we need to raise
them believing in God. It is tough to do that if only
one parent believes.

Saying "this is right and this is wrong, and I want
you to ignore Mommy until you are thirty-five" does
not work. Small children ask about eight skillion
questions in a single day. The answers to those
questions go a long way toward forming the kind of
adults they will become. Who will be answering those
questions for your children?

Does this person you are marrying have sexual
self-control? Single people sometimes have this idea
that marriage is just some kind of lifelong sex
festival and that as long as they have each other,
they will never be tempted by other people. Wrong!
There are many times in every marriage when one
partner or the other is sexually unavailable -
illness, the last months of pregnancy, travel. There
are also times when spouses, just get on each others'
nerves.

At times like this, other people can seem very
appealing. That can be dangerous, because there are
plenty of very attractive people out there who are
willing to make them available to married men and
women. Do you want someone who has never said "no" to
sex? If he is not good at saying "no" at eighteen, it
won't be different at forty. Do you want to worry
about whether or not your spouse is being faithful?

These are very important questions, and if you are
not comfortable with all of the answers, you should
definitely not marry this person.

None if this is to say that feelings play no role at
all in a marriage decision. You don't have to, "Well,
I suppose that you would make a good spouse and
parent, so even though I don't particularly like you
I guess I'll marry you'. You need to be happy and
excited about the prospect of spending your life with
someone. Your brain however , must acknowledge that
this person as a good catch.

Don't listen to your heart alone or your head alone.
Wait until your heart and head agree.

Take care...

Pentingnya Memuji

Memuji orang adalah perbuatan sepele yang memberikan banyak makna. Mereka yang hebat dan luar biasa sukses, biasanya sangat pandai memuji orang lain. Memuji sering dilakukan para pembicara, politikus, pengusaha, atau mereka berkecimpung dalam organisasi. 

Ada sebuah ekspresi yang menarik. Kalau Anda bertemu dengan Ronald Reagan, Anda akan ketemu dengan orang yang sangat dinamis dan Anda akan termotivasi olehnya. Kalau Anda bertemu dengan Presiden Amerika yang lain, maka Anda akan merasa banyak belajar dari mereka. Tetapi kalau Anda bertemu dengan Clinton, konon katanya Anda akan merasa Andalah orang yang paling pintar bahkan lebih pintar dari dia.

Hal ini tentu saja sangat menarik. Bahwa Clinton adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan sangat baik dan mampu membuat orang lain lebih pintar dari dia. 

Dengan memuji, kita bisa membuat orang lebih senang, bangga hati dan lebih senang bekerja keras untuk Anda. Memuji adalah sebuah seni yang perlu kita pelajari, tetapi sering dilupakan karena tidak pernah diajarkan di sekolah. Umumnya kita belajar ketrampilan ini secara natural. Kalau Anda sudah biasa terlibat dalam environment yang baik seperti di hotel atau tempat layanan jasa lainnya, Anda akan mempunyai kebiasaan itu. 

Orang yang sukses umumnya memiliki kebiasaan memuji yang baik. Mereka selalu bilang, "Wah bisnis Anda maju ya, terimakasih". Dia selalu mampu membuat orang lain mempunyai semangat lebih dalam melayani dia. 

Memuji mempunyai dua elemen penting yang harus Anda perhatikan. 

Elemen pertama adalah cara memuji yang benar. Jadi tidak mengarang dan mengada-ada. Kedua, memuji dengan tulus. Jadi ada kata benar dan tulus dalam pujian Anda. Setiap orang pasti mempunyai kelebihan. Orang yang kurang pandai berpikir secara logis, mungkin memiliki kepandaian berbicara, bersahabat, menggambar atau bermain komputer. Ada saja kelebihan seseorang dibandingkan dengan orang lain. Kita akan selalu bisa melihat kalau kita memperhatikan dengan baik. 

Kalau Anda bisa memuji dengan baik dan benar, maka semua orang akan senang bersahabat dengan Anda. Dari situ Anda akan mempunyai networking dan teman yang lebih banyak. 

Sering saya melihat orang yang tidak bisa memuji orang lain. Pegawai sudah bekerja keras tetapi tetap tidak mendapat pujian. Padahal memuji itu adalah sesuatu yang murah, mudah dan berguna bagi karier Anda sendiri. 

Cobalah mulai dari sekarang mempelajari cara memuji yang baik. Perlihatkan ekspresi ketulusan hati Anda dan perhatikan pula kebenaran isi pujian Anda. 

Sukses Untuk Anda,

Perjuangan Seekor Keledai Tua

Suatu hari ada seekor keledai milik seorang petani yang
jatuh ke dalam sumur yang dalam dan kering. Binatang tersebut
menangis dengan nyaring selama beberapa jam sementara itu sang
petani tersebut mencoba mencarikan jalan keluarnya. Akhirnya, dia
memutuskan bahwa keledai itu sudah terlalu tua, sumur itu juga perlu
ditutup, dan menolong keledai tersebut merupakan suatu usaha yang
sia-sia belaka. Sehingga dia mengundang tetangganya untuk datang ke
lokasi guna membantunya mengubur keledai tersebut di dalam sumur
untuk menghentikan kesengsaraannya.

Mereka semuanya memegang sekop dan mulai menimbunkan tanah
ke dalam sumur. Pada awalnya, keledai tersebut menyadari apa yang
sedang terjadi dan lagi-lagi menangis dengan begitu memilukan. Tidak
lama kemudian, semua orang menjadi tercengang karena keledai
tersebut tiba-tiba diam. Setelah beberapa sekop kemudian, petani
tersebut melongok ke dalam sumur dan begitu terpana atas apa yang
dilihatnya. Keledai tersebut melakukan suatu hal yang memukau atas
setiap sekop tanah yang menimpa punggungnya. Keledai tersebut
melepaskannya dengan menggoyangkan badannya dan lalu
melangkah naik ke atas tanah yang telah jatuh tersebut !

Setiap kali mereka menjatuhkan tanah ke atas binatang
tersebut, ia akan melepaskannya dan melangkah ke atasnya. Tidak lama
kemudian, semua orang terperangah begitu sang keledai memenangkan
perjuangan tersebut dengan melangkahi tepi sumur dan meloncat
keluar !

Seperti keledai tersebut, kehidupan ini juga akan senantiasa
membuat tubuhmu kotor juga, segala macam kotoran. Cara untuk keluar
dari sumur tersebut adalah melepaskannya sambil melangkah naik ke
atas. Setiap kemunduran adalah seperti kotoran yang dilemparkan ke
atas punggung kita. Setiap kesulitan yang kita hadapi merupakan
suatu batu loncatan. Kita hanya dapat keluar dari sumur yang paling
dalam sekalipun hanya dengan tanpa berhenti, dengan tanpa putus
asa ! Lepaskan dan melangkah ke atas !

Apa yang sepertinya akan menimbun keledai tersebut
sebenarnya merupakan suatu berkah baginya, dengan cara yang dia
gunakan untuk mengatasi kemalangannya. Ini merupakan suatu kunci
misteri kehidupan ini. Jika kita menghadapi masalah, tanggapilah
secara positif dan jangan menjadi panik serta terlarut dalam
kegetiran, kemalangan yang akan membenamkan kita biasanya di
dalamnya terdapat potensi yang dapat bermanfaat dan memberikan
berkah buat kita !

Semuanya tergantung pada kita sendiri agar selalu ingat
untuk mengembangkan kemampuan diri kita guna memaafkan, melupakan,
dan melangkah terus pada tujuan kita. Kita harus terus mengembangkan
keyakinan, harapan, dan kemampuan kita untuk mengasihi tanpa syarat
apapun. Ini merupakan peralatan yang akan membantu
kita "melepaskannya dan melangkah ke atas" keluar dari sumur-sumur
di mana akhirnya kita akan menemukan jati diri kita.

Sukses untuk anda !

-Ardi Indrawan-

Jika ia sebuah cinta.....

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan 
hati..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar 
mata..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba 
memenangi..

jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan 
kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan 
kesetiaan...

Siapakah ibunya/orang tuanya

Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke kota. Mengingat jalan
tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya
singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak
lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan.

"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangangnya segera menyelak
daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajaannya.

"Tidak dik....abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas. dia berlalu.
Begitu pesanan tiba, saya terus menikmatinya. Lebih kurang 20 menit
kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami
istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.

"Abang sudang makan , tak mau beli kue saya?" katanya tenang ketika
menghampiri meja saya.

"Abang baru selesai makan di, masih kenyang nih," kata saya sambil
menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma disekita restoran. Sampai di situ
dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu ditanya....

"Tak mau beli kue saya bang..pak.kakak atau ibu." Molek budi bahasanya.

Pemilik rstoran itu pun tak melarang dia keluar masuk ke restorannya
menemui pelanggan. Sambil memeperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan
di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh
kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang
ditemuinya enggan membeli kuenya.

Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Anak
itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka
pintu, membetulkan duduk dan menututp pintu. Belum sempat saya menghidupkan
mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman.
Saya turunkan cermin. Membalas senyumannya.

"Abang sudah kenyang, tapi mungkin abang perlukan kue saya untuk adik-adik
abang, ibu atau ayah abang," katanya sopan sekali sambil tersenyum. Sekali
lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang
penutupnya. Saya tatap wajahnya, berssih dan bersahaja. Terpantul perasaan
kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mngulurkan selembar uang Rp
20.000,- saya ulurkan padanya.

"Ambil ini dik! Abang sedekah ....tak usah abang beli kue itu." saya
berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak. Anak itu
menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan
kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.

Setelah mesin mobil saya hidupkan . Saya memundurkan. Alangkah
terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000,- pemberian
saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya. Saya terkejut
saya hentikan mobil, memanggil anak itu.

"Kenapa bang mau beli kue kah?" tanyannya.

"Kenapa adik berikan duit abang tadi pada pengemis itu? Duit itu abang
berikan adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya. 

"Bang saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya
mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau
dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak,
mak pasti marah. Kata mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya
masih kuat bang!" katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan
pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga
semua kue dalam bakul itu.

"Abang mau beli semua kah?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah
saya kelu mau berkata. "Rp 25.000,- saja bang....." Selepas dia memasukkan
satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia
mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya perhatikan dia hingga hilang
dari pandangan.

Dalam perjalanan, baru saya terfikir untuk bertanya statusnya. Anak yatim
kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidiknya? Terus
terang saya katakan , saya beli kuenya bukan lagi atas dasa kasihan, tetapi
rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjanya suatu
penghormatan. Sesungguhnya saya kagum dengan sikap anak itu.

Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.

Mainkan Biola Hidupmu.

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19,
memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain
biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai
membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang
sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya
meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton
melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri
dan berteriak, "Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk
duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu
senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat
pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar" Dia
menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari
lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum
pada kejadian ini.

Renungan :
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal
yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu
banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala
sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup
Anda? 
Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika memang demikian,
janganlah melihat ke belakang, majulah terus,mainkan senar satu-satunya
itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.

CINTA YANG TAK RUMIT DARI FAIZ

Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu
seseorang? Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal
mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau
menghormati
orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin
juga
sekadar basa basi. Apa pun itu, saya belajar banyak soal ini dari
seorang
anak kecil yang berbeda umur 26 tahun dari saya.

  Setiap hari saat berjalan kaki menuju sekolahnya yang tak begitu jauh
dari rumah, Faiz akan melewati deretan panjang rumah yang ada di sekitar
kami. Empat tahun yang lalu, ketika Faiz masih TK, saya takjub
menyaksikan
bagaimana cara ia menyapa! Semua tetangga yang kebetulan dilewati atau
ditemuinya di jalan, tak akan luput dari teguran ramah disertai senyum
lebar
Faiz.

  "Selamat pagi, Pak, selamat pagi, Bu...."

  "Assalaamu'alaikum...."

  "Mari Oma, mari Opa..."

  "Dari mana, Tante?"

  "Wah hari ini Kakak berseri sekali!"

  "Mau kuliah, Bang?"

  "Eh, ketemu adik cakep. Mau kemana pagi-pagi sudah rapi?"

  Dan seterusnya....

  Saat ia duduk di kelas II SD, saya pernah bertanya pada Faiz," Mas
Faiz,apa kamu tak lelah menyapa begitu banyak orang setiap pagi?"

  Faiz tertawa. "Tidaklah, Bunda. Aku senang karena senyum dan sapaku
mungkin bukan mengawali pagiku saja. Tapi mengawali pagi orang lain.
Lagipula senyum itu kan sedekah, Bunda."

  Saya nyengir. Pernyataan yang unik dari anak yang waktu itu belum
berumur
delapan tahun. "Subhanallah. Kalau dihitung dengan uang, sedekahmu
mungkin
sudah milyaran," ujar saya sambil mencium pipi Faiz yang memerah.

  Setiap kali hadir pada arisan yang diadakan ibu-ibu sekitar rumah,
mereka
kerap membicarakan Faiz.
  "Waduh, Faiz itu ramah sekali ya, Bu. Kalau bertemu saya selalu
menegur
lebih dulu, senyumnya manis sekali."

  "Kok bisa seperti itu sih, Bu? Bagaimana mendidiknya?"

  Saya tersenyum. Bagaimana mengatakannya? Sesungguhnya saya tak pernah
mendidik Faiz secara khusus untuk menyapa dan tersenyum. Sayalah yang
banyak belajar dari Faiz!

  Terbayang lagi berbagai peristiwa yang terjadi sejak Faiz mulai duduk
di
bangku SD.

  Ketika ia ada di teras rumah, semua pengemis yang lewat selalu
dipanggilnya, diajak makan dan minum. "Hari ini di rumah masak sop dan
perkedel." Atau "Bapak mau bawa kopi untuk di jalan biar tidak
mengantuk?
Mau teh manis dingin?" Ia akan berlari ke kamar, mengambil celengan dan
mengeluarkan lembaran kertas dari sana untuk diberikan pada mereka.

  Belum lagi, semua tukang jualan, tukang sol sepatu, yang lewat pun
disuruh mampir. Ada saja yang ditawarkannya. "Istirahat dulu di sini,
Pak.
Kan capek. Hari panas sekali. Sini, makan kue dan minum dulu. Atau mau
makan nasi?" Selain itu ia pun akan bisik-bisik pada anggota keluarga
lainnya untuk membeli sesuatu dari tukang jualan itu, meski kami tak
terlalu membutuhkannya. "Apa salahnya sih menolong orang?" ujarnya.

  Maka di rumah mungil yang kami tempati, tak pernah ada hari di mana
kami
memasak sekadar pas untuk keluarga. Selalu ada tamu-tamu istimewa yang
entah siapa. Faiz mengundang mereka secara tak terduga.

  "Ikhlas yaaa, Bunda...," katanya sambil tersenyum manis.

  Lalu apakah ada lagi yang bisa saya ucapkan, meski dengan terbata?
Saya
hanya mampu memeluk Faiz kuat-kuat.

Cantik

Kecantikan perempuan terutama di Asia, khususnya Indonesia - selalu
diidentikkan dengan kulit putih, rambut panjang hitam legam, hidung
mancung, dan berbadan langsing. Stigma "cantik" diberikan buat 
perempuan
yang kebetulan mempunyai tubuh seperti kriteria di atas, dan label
"jelek"
secara semena mena diberikan pada perempuan yang secara kebetulan pula
tidak memenuhi kriteria diatas.

Gak ada perempuan yang mau mendapat predikat "jelek", atau "kurang
manis",
atau "biasa biasa aja", atau apapun sebutan yang menerangkan bahwa dia
kurang sedap dipandang mata. Semua perempuan saya yakin ingin diberi
pengakuan "cantik", atau sekurang kurangnya "menarik" dari lingkungan
sekelilingnya. Predikat "cantik" bisa membuat seorang perempuan merasa
lebih percaya diri, lebih bahagia, dan -mungkin- lebih mensyukuri
kehadirannya di dunia. Predikat "jelek" sebaliknya, bisa membuat 
seorang
perempuan merasa rendah diri, tidak berharga, malu akan dirinya 
sendiri,
dan amit amit, bahkan bisa membuat seorang perempuan bunuh diri saking
sedihnya.

Sorang Tehmina Durrani dalam autobiografinya menyatakan seumur hidupnya
ia
merasa sebagai itik buruk rupa walaupun ia telah menjadi istri seorang
Mustafa Khar, orang kedua dan tangan kanan PM. Zulfikar Ali Bhutto 
hanya
karena sedari kecil ia dikucilkan oleh ibunya karena ia tidak berkulit
putih. Mati matian neneknya melumuri tubuh dan wajahnya dengan segala
macam ramuan supaya ia bisa menjadi putih dan tidak dikucilkan oleh ibunya
lagi.
Sayang usaha neneknya gagal, dan ia tetap tidak disukai ibunya hanya
karena berkulit hitam

Di sebuah klinik kecantikan non medis di Jakarta, perempuan rela
menghabiskan waktu berjam berjam untuk menunggu giliran di"vermak"
wajahnya oleh si "ahli kecantikan". Dan setelah tiba
giliran...alamak....dia rela pula memberikan hidungnya yang sebetulnya
tidak pesek pesek amat dijepit
oleh penjepit jemuran supaya lebih mancung. Rela juga dia memberikan
dagunya dipijat pijat, dibentuk supaya mirip dagunya Paramitha Rusady.
Hasilnya ?, banyak orang bilang lebih mirip Elvis Presley!
Banyak jalan juga untuk menjadi putih . tinggal pilih. Dari mulai
pengelupasan kulit yang membuat perempuan jadi phobi terhadap matahari.
Matahari yang seharusnya disyukuri karena sumber kehidupan dan juga
sumber vitamin D, malah dianggap musuh terbesar karena dokter dan/atau label
produk kecantikan mengharamkan perempuan yang sedang dikelupas kulitnya
untuk kena sinar matahari. Untuk kelas murahan, ada cream pemutih kulit
"mai young" yang dijual hanya Rp. 15.000 perpaket. Dijual bebas, jadi
gampang diperoleh.

Hasilnya ?, mudah mudahan putih seperti yang diharapkan. Resikonya ?, 
ya paling bengkak bengkak seperti yang kemarin disiarkan di TV.
Ingin langsing tapi malas sering sering olah raga di gym dan diet
teratur ?. Jangan khawatir, banyak dijual obat langsing kok. Ditanggung 
langsing

dengan cepat, asal mau jantungnya berdebar debar, keluar keringat 
dingin dari kaki dan tangan, pusing tak bisa mikir, karena obatnya mengandung
amphetamin. Atau kalau ogah mengkonsumsi obat obatan, coba cara
konvensional ini. Bulimia, atau Anorexia Nervosa. Dijamin kurus, tapi
dekat dengan kematian.

Singkat kata, banyak jalan pintas untuk menjadi cantik. Celakanya,
saking ingin disebut cantik perempuan banyak yang rela untuk menantang bahaya.
Padahal, cantik itu bukan segalanya. Dan tentu saja, tidak cantik bukanlah
kiamat. Tapi bagaimana cara menyadarkan perempuan untuk mensyukuri
apapun yang ia miliki (termasuk kulit gelapnya) ketika hampir semua produsen
kosmetik menggembar-gemborkan image bahwa kulit putih lebih cantik
daripada kulit gelap, rambut panjang lurus lebih cantik daripada
keriting, dan badan langsing dijamin lebih disukai laki laki, hanya supaya produknya
laku dijual ?

Coba deh, hampir gak pernah kan kita denger iklan seperti ini :
"Pakailah body lotion merk 'anu' yang dapat menonjolkan keindahan kulit
coklat anda, kecantikan khas Asia". Ya, kan? Yang ada juga merk 'ini' untuk
memutihkan. O, ada yang beda dikit, merk 'ono', untuk kulit kuning. Putih dan
kuning, sama aja kan, sama sama terang.

Ide membuat tulisan ini muncul ketika hari ini saya bertemu dengan
sahabat SMP saya. It's amazing to watch how we grow up to be a totally 
Different

person. Sewaktu kami masih SMP, Kami punya hobi yang sama, merawat
tubuh.
Saya ingat dulu kami senang sekali belanja sabun, shampoo, dan lotion
dengan wangi yang berganti ganti. Kami selalu pakai jacket kemana mana
walau panas minta ampun hanya karena tidak mau kulit jadi hitam.

8 tahun kemudian, dia tumbuh jadi gadis yang terobsesi untuk jadi gadis
cantik (correct me if I'm wrong, Ra). Dia datang ke rumah saya dengan
rambut panjang pirang, kulit putih, tubuh langsing, dan make up penuh.
Selama ngobrol dengan saya, tak henti hentinya dia merapikan rambut
panjangnya. Waktu tangannya gatal, alih alih menggaruk dia cuma meniup
niup kulit tangannya dengan lembut. Takut berbekas mungkin.
Sedangkan saya, di depan dia saya merasa bertransformasi menjadi itik
buruk rupa. Berambut pendek, tidak langsing, dan berkulit kuning. Oya,
sebagai tambahan lagi, dengan jerawat di pipi kiri saya dan muka berminyak yang
tidak saya lap dengan tissue penyerap minyak. Tak berlipstik, lagi.Malas.
Bukan tipe pesolek sih.
70% pembicaraan kami tadi adalah -lagi lagi- kecantikan. Kecantikan
menurut standar dia tentunya, dan saya sudah pasti tidak termasuk dalam
hitungannya. Saya malah dikata katai 'emak emak' ketika dia lihat foto
saya berkebaya, yang memang memperlihatkan betapa tidak langsingnya
saya. Bumper depan belakang, kata teman teman.
But you know what, I'm not angry at all. Saya malah kasian waktu dengar
komentar dia. Saya kasian sama dia, saya kasian sama penganut falsafah
'cantik' haruslah langsing-putih-rambut panjang lurus, saya kasian sama
gadis gadis yang tidak termasuk kriteria 'cantik' menurut dia padahal
smart.

Saya punya banyak teman yang jadi model, sampai terkenal bahkan. Saya
juga punya banyak teman yang bukan model. Tapi bagi saya, model ataupun
bukan, mereka tetap sama cantiknya di mata saya. Mereka menarik, mereka punya
sifat dan kebiasaan yang berbeda beda yang membuat mereka jadi unik 
satu sama lainnya. Mata sipit bisa membuat seorang perempuan jadi manis,
lihat Lucy Liu. Mata belo bisa buat perempuan terlihat mendayu dayu, lihat Inez
deLa Fressange. Rambut Panjang memang anggun, seperti Nicole Kidman. Tapi
Drew Barrymore juga seger kok dengan rambut pendeknya. Seksi kayak Jennifer
Lopez emang bisa bikin cowok ngiler, tapi Hughes yang ndut juga bisa
bikin teman cowok saya tergila gila saking smartnya. Jihan Fahira yang pesek
bisa sama bekennya dengan Yana Zein yang idungnya 'bule' banget saking 
mancungnya.

Oleh karena itu para perempuan, cintailah tubuhmu sendiri. Seperti
apapun bentuknya. Perbedaan itu memang sengaja diciptakan oleh Tuhan supaya
dunia ini indah. Saya rasa, dunia akan terasa lebih asyik kalau kita 
menyadari bahwa kecantikan dalam tetap harus lebih diutamakan daripada tampilan
luar.

Kalau boleh saya ngutip lirik lagunya Simply Red, baca deh:
You're so beautiful, but oh, so boring
I'm wondering what am I doing here
So beautiful, but oh, so boring
I'm wondering if anyone out there really cares
About the curlers in your hair ?

Coba kalau kita jadi perempuan yang cantik banget tapi di kencan 
pertama ada cowok yang nyanyi lagu itu untuk kita karena kita gak enak diajak
ngobrol, ngebosenin, dan gak punya wawasan? Pahit, kan? Gak mau, kan?

Bete abisss !!!
Saya sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangan saya, saya
menganggap diri saya cantik. Bukan karena nilai PD di rapor saya 10, tapi karena
saya percaya Tuhan tidak akan dengan sengaja menciptakan umat-Nya buruk 
rupa.
Dia kan Maha Penyayang . Pelukis aja menciptakan lukisan yang sebaik
baiknya walau alirannya abstrak dan gak dimengerti oleh banyak orang.
Saya harap tulisan ini dapat membawa manfaat bagi perempuan, sekecil
apapun. Setidaknya memberi dorongan moral buat yang lagi merasa tidak
pede.
Kalau kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri, siapapun TIDAK 
BERHAK untuk menilai kita tidak cantik!

Seputih Melati

Melati tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya. Ia tak memiliki warna dibalik warna putihnya. Ia juga tak pernah menyimpan warna lain
untuk berbagai keadaannya, apapun kondisinya, panas, hujan, terik ataupun badai yang datang ia tetap putih. Kemanapun dan dimanapun ditemukan, melati selalu putih. Putih, bersih, indah berseri di taman yang asri. Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya. Pada angin ia menyapa, berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ianya tetap putih berseri.
Karenanya, melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa. Kekanan ia ikut, ke kiri iapun ikut. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karena
kemanapun ia mengikuti arah angin, ia akan segera kembali pada tangkainya.

Pada hujan ia menangis, agar tak terlihat matanya meneteskan air diantara ribuan air yang menghujani tubuhnya. Agar siapapun tak pernah melihatnya
bersedih, karena saat hujan berhenti menyirami, bersamaan itu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes. Sesungguhnya, ia
senantiasa berharap hujan kan selalu datang, karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya. Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya, untuk mengadu, saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran.
Karena juga, hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya. Tetapi, pada hujan juga ia mendapati keteduhan, dengan airnya yang
sejuk.

Pada tangkai ia bersandar, agar tetap meneguhkan kedudukannya, memeluk erat setiap sayapnya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya, menserikan alam. Agar kelak, apapun cobaan yang datang, ia dengan sabar dan suka cita merasai, bahkan menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasihSang Pencipta. Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan? Adakah kasih sayang
tanpa cobaan?

Pada dedaunan ia berkaca, semoga tak merubah warna hijaunya. Karena dengan hijau daun itu, ia tetap sadar sebagai melati harus tetap berwarna
putih.
Jika daun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu, kepada siapa ia harus meminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali membuatnya tak lagi putih?

Pada bunga lain ia bersahabat. Bersama bahu membahu menserikan alam, tak ada persaingan, tak ada perlombaan menjadi yang tercantik, karena masing-masing memahami tugas dan peranannya. Tak pernah melati iri menjadi mawar, dahlia, anggrek atau lili, begitu juga sebaliknya. Tak terpikir melati berkeinginan menjadi merah, atau kuning, karena ia tahu semua fungsinya sebagai putih.

Pada matahari ia memohon, tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkan sinarnya yang menghangatkan. Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yang telah beku oleh pekatnya malam. Sinarnya yang menceriakan, bias hangatnya yang memecah kebekuan, seolah membuat melati merekah dan segar di setiap pagi. Terpaan sinar mentari, memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah, pertanda melati siap mengarungi hidup, setidaknya untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.

Pada alam ia berbagi, menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiap jiwa yang bersamanya. Indah menghiasharumi semua taman yang disinggahinya, melati tak pernah terlupakan untuk disertakan. Atas nama cinta dan keridhoan
Pemiliknya, ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas melati baru, agar kelak meneruskan perannya sebagai bunga yang putih. Yang tetap berseri
disemua suasana alam.

Pada unggas ia berteriak, terombang-ambing menghindari paruhnya agar tak segera pupus. Mencari selamat dari cakar-cakar yang merusak
keindahannya, yang mungkin merobek layarnya dan juga menggores luka di putihnya.
Dan pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta, agar dibimbing dandilindungi selama ia diberikan kesempatan untuk melakoni setiap perannya.
Agar dalam berperan menjadi putih, tetap diteguhkan pada warna aslinya, tidak membiarkan apapun merubah warnanya hingga masanya mempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan tanggungjawabnya. 
Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah, ia tetap sebagai melati,seputih melati. Dan orang memandangnya juga seperti melati.

Dan kepada melatiku, tetaplah menjadi melati di tamanku. Karena, aku akan menjadi angin, menjadi hujan, menjadi tangkai, menjadi matahari,menjadi daun dan alam semesta. Tetapi takkan pernah menjadi debu atau unggas yang hanya akan merusak keindahannya, lalu meninggalkan melati begitu saja.

Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success

Ada 3 tipe manusia melihat sebuah kesempatan. Dalam pepatah mandarin dikatakan: 

Orang yang lemah, menunggu kesempatan. 
Orang yang kuat, menciptakan kesempatan. 
Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan. 

Bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, yah.... Ini memang nasibku. 

Tipe kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya. 

Tipe ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali. 

Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif, sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan 
sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan. 

Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya. 

Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan 3 hal yang saya bicarakan di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitu kesempatan tercipta langsung dimanfaatkan. 

Kesempatan merupakan salah satu factor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun, jika kita punya keuletan untuk berusaha 
terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang. 

Persis seperti yang dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Enstein: IN THE MIDDLE OF DIFFICULLTY LIES OPPORTUNITIES. Di dalam setiap kesulitan terdapat kesempatan. 

Pastikan dengan segenap kreatifitas, kerja keras, keuletan dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti !!! 
Inget ya: Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success

Menjadi orang yang berpikir positif

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam
semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika
seseorang
bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan
selalu
menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi
orang
kembar!"

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga
mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang 
lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry
adalah
karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang
mengalami
hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut
bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu
hari
aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak
mungkin
seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.
Bagaimana
kamu
dapat melakukannya?" Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata
pada
diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di
dalam
suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu
memilih
dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih
untuk
menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih
belajar
dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat 
memilih
untuk
menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku
selalu
memilih sisi positifnya."
"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata
Jerry, "
Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah,
setiap
keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi
terhadap
semua
keadaan.
Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh
keadaanmu.
Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah
pilihanmu, bagaimana kamu hidup."

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak
pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu
belakang
tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang
bersenjata.
Saat
mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah
memutar
nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry
cepat
ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan
intensif,
Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru
masih
berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah
tersebut.
Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku
dapat
yang
lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas
luka-lukaku?" Aku
menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya
apa
yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus
mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka
menembak
dan aku
tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat
memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."

"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, "Para ahli
medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat
mereka
mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para 
dokter
dan suster
aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu
aku
harus mengambil tindakan."

"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang
bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 
'Ya'
jawabku.
Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.
Aku
menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa
mereka
aku
katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang
hidup,
bukan orang mati'."

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena
sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap
hari
kamu
dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.
Satu
hal
yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain 
adalah
sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal
dalam hidup
akan jadi lebih mudah.

Rahasia kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada
kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan
lukisan : Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik
sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan
di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah
gudang.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari
kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya,
kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu
bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak
berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas
selalu segar dan jernih.

Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain,
dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda
menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang
lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam
pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"?
Karena terlalu banyak bercuap-cuap.

Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati : memandang
orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab,
setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah
ciptaan Tuhan yang satu.

Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain,
sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka,
sebagai hakim.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda
menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat
ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang
paling besar akan mengeluarkan bau yang paling
menyengat.

Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan
cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain
mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah
seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa
terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut
menerima kehangatannya.

Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan
selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam
diriku".

Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang
rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di
sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang
kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan
kebahagiaan.

Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain
sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan
sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini
jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak
janggal bila semua bunganya berwarna ungu?

Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda
terbuka bagi orang lain, dan bagi
pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah
rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana
pintu rumah itu terbuka lebar.

Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan
jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga
daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga
daripada bersikukuh pada kebenaran dalam
perkara-perkara yang tidak prinsipiil.

Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan
apa yang dikatakannya.


"Tak ada kesenangan yang lebih besar dari pada
membantu seseorang 
membuat perbedaan positif dalam kehidupan orang
tersebut." 
Mary Rose McGeady

Kebiasaan yang Menguntungkan

Beberapa kebiasaan yang sering kita anggap sepele ternyata membuat kita tidak lekas 'tua'. Nah, apa saja ya kebiasaan itu.


1. Membaca. Kegiatan membaca ternyata lebih menstimulasi otak dibandingkan kegiatan menonton. Karenanya otak lebih aktif bekerja pada saat kita membaca.
2. Anda tipe petualang? Jangan hentikan kebiasaan tersebut. Kegiatan mempelajari dan mengeksplorasi hal baru ternyata memberi masukan positif bagi otak. 
3. Siapa bilang ikutan menjawab kuis di televisi itu norak? Justru dengan begitu otak anda tidak dibiarkan untuk menganggur. 

Nah, selain kebiasaan di atas, ada juga beberapa hal yang membantu meringankan beban otak anda. Diantaranya yaitu :
1. Menandai hari-hari penting di kalender. Dengan begitu otak tidak perlu dipaksa berpikir setiap detik, apa yang hendak kita kerjakan hari ini atau besok. 
2. Mencatat rencana kita dalam buku. Hal ini prinsipnya sama dengan yang diatas.
3. Untuk mengingat nama seseorang, perhatikan ciri khas yang ada di dia. 
4. Untuk mengingat nomor telepon, buatlah lagu sederhana dengan nomor telepon tersebut. 
5. Simpan selalu barang-barang sesuai dengan letaknya.
6. Cobalah berkonsentrasi pada apa yang baru anda lihat, dengar atau baca.
7. Ucapkanlah hal-hal yang ingin anda ingat dengan lantang.

Jika anda adalah seseorang yang selalu melakukan kebiasaan seperti diatas, beruntunglah anda.

Saturday, October 18, 2008

" 9 dari 10 pintu rezeki adalah BISNIS "

Ketika Rasulullah SAW Hijrah ke Madinah, yang kedua dibangun setelah Masjid Nabawi adalah pasar.
Memulai bisnis itu BERESIKO, tetapi tidak memulai bisnis LEBIH BERESIKO

ANAK KERANG

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan
mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya
yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air
mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan
pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu
anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu.
Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu
dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu.
Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan
lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya,
tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah
kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir
mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus.
Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin
besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh
mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.
Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi
sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun,
lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang
sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

PASSION

Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 2000, saya berkunjung ke
kota Pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing Kepiting.
Bagaimana cara memancing Kepiting?

Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu,
diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting
yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan
menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu
akan 'menggigit' tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan
mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat
bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.
Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah
wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan
itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.

Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut,
seketika Kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah, tak lama
kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena
kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu,
seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi
masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan
segalanya karena : MARAH .

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar,
hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan
dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar
kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda
mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan
masa depan anda.

Nothing Great in the World has ever been accomplished without PASSION

Friday, October 17, 2008

Filosofi Kelinci dan Kura-kura

Disuatu masa disuatu dimensi,kura-kura berdebat dengan kelinci
mengenai siapa yang lebih cepat.

Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya.
Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura
tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat
sejenak sebelum lanjut lagi, "Ah,gue istirahat dulu, ntar klo si kura-
kura dah deket baru gue lari lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon (ga
di atas pohon karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur
pules.
Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan
memenangkan adu lari.
Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.

Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya


Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi
Kegagalan (Root Cause Analysis).
Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri,
ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue kalah"
pikir kelinci.
Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini loe... Gue ga
trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini pasti gue
yang menang" .
Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk, siapa takut?"
Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat
meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke garis
finish.beneran juga, kelinci yang menang.

Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal
kelakon .


Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga
bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu.
Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke suatu tempat. "Hei kelinci,
ayo kita lomba lagi.
Sekarang kita lewat jalan ini ke sana . Brani ga loe?"
Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia
yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang.
Lomba dimulai dan dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-
kura.
"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang." pikir
kelinci.
Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. "Duh,
gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi"
termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai.
Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur
berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.

Moral : ketahuilah...jikalau punya kemampuan dan ubah keadaan sesuai
kemampuan yang kita punya


Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan
bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita bareng-
bareng."
Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci
nggendong kura-kura sampe tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura
menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci
nggendong kura-kura sampe garis finish.
Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.

Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan
percuma karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg
lainnya .


Hikmah :
1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal
kelakon .
2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .
3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan
kelebihan pribadi
4. jangan menyerah bila gagal .
5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan.

TERTAWALAH !!

Tertawa adalah obat yang paling manjur. Penelitian terbaru menunjukkan, kita dapat sembuh dari penyakit dengan cara tertawa ! Para Ahli di Universitas Colorado telah menemukan, bahwa selama tertawa, sel tubuh melepaskan zat kimis yang mengurangi rasa sakit dan memiliki efek penyembuh.

Pertanyaannya : apa pemicu saraf tertawa kita ? Humor ; sesuatu yang menunjukkan sisi yang lucu dari segala hal.Dengan berani menertawakan kegagalan, kekeliruan, dan kesalahan diri kita sendiri, kita akan lebih mudah sanggup untuk bangkit dari kegagalan.Daripada memandang hidup ini terlalu serius, kita akan belajar dari setiap kegagalan, dan menikmati hidup ini.

Memikirkan hal-hal lucu dari kegagalan kita di masa lalu dan memperoleh inti pelajarannya.Jadi, tertawailah kegagalan dan kesalahan anda ! sebab hidup ini terlalu singkat untuk disesali.Lagi pula ada satu hal lucu tentang kehidupan ini yaitu -Tidak ada yang keluar hidup-hidup dari kehidupan !

Btw, satu quote dari Bill Cosby yang menggelitik perasaan saya , yaitu
----------------------------------
"I don't know the key to success, but the key to failure is to try to please everyone."

Bill Cosby
Comedian, Actor and Author
---------------------------------

Bagaimana opini dari teman-teman sekalian?
bukankah ini berarti Bill Cosby juga termasuk orang gagal "lha wong" pekerjaannya 
khan salah satunya "please everyone" (comedian) :) ?