Sunday, October 19, 2008

Perjuangan Seekor Keledai Tua

Suatu hari ada seekor keledai milik seorang petani yang
jatuh ke dalam sumur yang dalam dan kering. Binatang tersebut
menangis dengan nyaring selama beberapa jam sementara itu sang
petani tersebut mencoba mencarikan jalan keluarnya. Akhirnya, dia
memutuskan bahwa keledai itu sudah terlalu tua, sumur itu juga perlu
ditutup, dan menolong keledai tersebut merupakan suatu usaha yang
sia-sia belaka. Sehingga dia mengundang tetangganya untuk datang ke
lokasi guna membantunya mengubur keledai tersebut di dalam sumur
untuk menghentikan kesengsaraannya.

Mereka semuanya memegang sekop dan mulai menimbunkan tanah
ke dalam sumur. Pada awalnya, keledai tersebut menyadari apa yang
sedang terjadi dan lagi-lagi menangis dengan begitu memilukan. Tidak
lama kemudian, semua orang menjadi tercengang karena keledai
tersebut tiba-tiba diam. Setelah beberapa sekop kemudian, petani
tersebut melongok ke dalam sumur dan begitu terpana atas apa yang
dilihatnya. Keledai tersebut melakukan suatu hal yang memukau atas
setiap sekop tanah yang menimpa punggungnya. Keledai tersebut
melepaskannya dengan menggoyangkan badannya dan lalu
melangkah naik ke atas tanah yang telah jatuh tersebut !

Setiap kali mereka menjatuhkan tanah ke atas binatang
tersebut, ia akan melepaskannya dan melangkah ke atasnya. Tidak lama
kemudian, semua orang terperangah begitu sang keledai memenangkan
perjuangan tersebut dengan melangkahi tepi sumur dan meloncat
keluar !

Seperti keledai tersebut, kehidupan ini juga akan senantiasa
membuat tubuhmu kotor juga, segala macam kotoran. Cara untuk keluar
dari sumur tersebut adalah melepaskannya sambil melangkah naik ke
atas. Setiap kemunduran adalah seperti kotoran yang dilemparkan ke
atas punggung kita. Setiap kesulitan yang kita hadapi merupakan
suatu batu loncatan. Kita hanya dapat keluar dari sumur yang paling
dalam sekalipun hanya dengan tanpa berhenti, dengan tanpa putus
asa ! Lepaskan dan melangkah ke atas !

Apa yang sepertinya akan menimbun keledai tersebut
sebenarnya merupakan suatu berkah baginya, dengan cara yang dia
gunakan untuk mengatasi kemalangannya. Ini merupakan suatu kunci
misteri kehidupan ini. Jika kita menghadapi masalah, tanggapilah
secara positif dan jangan menjadi panik serta terlarut dalam
kegetiran, kemalangan yang akan membenamkan kita biasanya di
dalamnya terdapat potensi yang dapat bermanfaat dan memberikan
berkah buat kita !

Semuanya tergantung pada kita sendiri agar selalu ingat
untuk mengembangkan kemampuan diri kita guna memaafkan, melupakan,
dan melangkah terus pada tujuan kita. Kita harus terus mengembangkan
keyakinan, harapan, dan kemampuan kita untuk mengasihi tanpa syarat
apapun. Ini merupakan peralatan yang akan membantu
kita "melepaskannya dan melangkah ke atas" keluar dari sumur-sumur
di mana akhirnya kita akan menemukan jati diri kita.

Sukses untuk anda !

-Ardi Indrawan-

0 Comments:

Post a Comment

<< Home