Sunday, October 19, 2008

Menjadi orang yang berpikir positif

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam
semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika
seseorang
bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan
selalu
menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi
orang
kembar!"

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga
mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang 
lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry
adalah
karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang
mengalami
hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut
bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu
hari
aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak
mungkin
seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.
Bagaimana
kamu
dapat melakukannya?" Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata
pada
diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di
dalam
suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu
memilih
dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih
untuk
menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih
belajar
dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat 
memilih
untuk
menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku
selalu
memilih sisi positifnya."
"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata
Jerry, "
Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah,
setiap
keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi
terhadap
semua
keadaan.
Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh
keadaanmu.
Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah
pilihanmu, bagaimana kamu hidup."

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak
pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu
belakang
tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang
bersenjata.
Saat
mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah
memutar
nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry
cepat
ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan
intensif,
Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru
masih
berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah
tersebut.
Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku
dapat
yang
lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas
luka-lukaku?" Aku
menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya
apa
yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus
mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka
menembak
dan aku
tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat
memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."

"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, "Para ahli
medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat
mereka
mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para 
dokter
dan suster
aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu
aku
harus mengambil tindakan."

"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang
bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 
'Ya'
jawabku.
Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.
Aku
menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa
mereka
aku
katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang
hidup,
bukan orang mati'."

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena
sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap
hari
kamu
dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.
Satu
hal
yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain 
adalah
sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal
dalam hidup
akan jadi lebih mudah.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home