Friday, October 17, 2008

A LESSON OF LOVE

Toshinobu Kubota , yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamattinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidupyang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yangdisembunyikan di dalam kantong kulit.

"Di sini keadaan sulit ," katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. "Kau adalah harapan kami."

Shinji naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratisbagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagaiimbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Shinji menemukan emas diPegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.Berbulan-bulan Shinji mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emasyang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur.Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar,Shinji merindu kan dan sangat ingin disambut oleh wanita yangdicintainya.Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadunasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Asaka Matsutoya sebelumsecara resmi punya kesempatan mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya,keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam diaberharap bisa memperistri Asaka.Rambut Asaka yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnyamenjadi putri Keluarga Yoshinori Matsutoya yang paling cantik.Shinji baru sempat duduk di sampingnya dalam acara perayaan pesta bungadan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah gadis ituagar bisa bertemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya ,Shinji ingin sekali membelai rambut Asaka yang pirang kemerahan danmemelukgadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya , meminta bantuannya untukmewujudkan impiannya.Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencanauntuk membuat hidup Shinji menjadi lengkap. Pak Yoshinori Matsutoyaakan mengirimkan putrinya kepada Shinji di Amerika. Putrinya itu sukabekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama denganShinji selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas.Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang keAmerika untuk menghadiri pernikahan mereka.Hati Shinji sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnyauntuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekastempat tidurnya agar pantas untuk seorang wanita. Gorden dari bekaskarung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotifbunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur diameletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya dipadang rumput.Akhirnya , tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup. Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik , dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Shinji melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal Asaka. Jantungnya berdebar kencang penuhharap, kemudian tersentak karena kecewa.Bukan Asaka , tetapi Yumi Matsutoya kakaknya, yang turun dari keretaapi. Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Shinjihanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetardiulurkannya buket bunga itu kepada Yumi. "Selamat datang," katanyalirih, matanya menatap nanar. Senyum tipis meng hias wajah Yumi yang tidak cantik."Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini," kataYumi, sambil sekilas memandang mata Shinji sebelum cepat-cepat menunduklagi. "Aku akan mengurus bawaanmu ," kata Shinji dengan senyum terpaksa.Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak Matsutoya dan ayahnyabenar. Yumi memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Shinjibekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudutruang duduk, dengan cermat Yumi mencatat semua kegiatan di tambang.Dalam waktu 6 bulan, asset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezatdan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaibseorang wanita.  Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan , keluh Shinji dalam hati,setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa merekamengirim Yumi ? Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Asaka ? Apakahimpian lamanya untuk memperistri Asaka harus dilupakannya ?Setahun lamanya Yumi dan Shinji bekerja, bermain, dan tertawa bersama,tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah sekali, Yumi mencium pipiShinji sebelum masuk kekamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung.Sejak itu, kelihatannya Yumi cukup puas dengan jalan-jalan berduamenjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makanmalam.Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit,membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Shinjimengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untukmembelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknyausahanya sia-sia. Tiba-tiba Yumi muncul di sampingnya, memegangi karung goni yangterbuka. Shinji menyekop dan memasuk kan pasir kedalamnya, kemudiandengan tenaga sekuat lelaki, Yumi melemparkan karung itu ke tumpukanlalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.Sambil menikmati sup panas, Shinji mendesah , "Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Yumi." "Sama-sama," gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.Beberapa hari kemudian , sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Matsutoya dan Keluarga Kubota akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya , jantung Shinji kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Asaka. Dia dan Yumi pergi ke stasiun kereta api. Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron.Ketika Asaka muncul , Yumi menoleh kepada Shinji. "Sambutlah dia," katanya.Dengan kaget, Shinji berkata tergagap, "Apa maksudmu?""Shinji , sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Matsutoya yang kauinginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Asaka dalamacara Perayaan pesta bunga lalu." Dia mengangguk ke arah adiknya yangsedang menuruni tangga kereta. "Aku tahu bahwa dia, bukan aku , yangkauinginkan menjadi istrimu.""Tapi..."Yumi meletakkan jarinya pada bibir Shinji. "Ssstt," bisiknya. "Aku mencintaimu, Shinji. Aku selalu mencintaimu. Karena itu , yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah adikku."Shinji mengambil tangan Yumi dari wajahnya dan menggenggamnya. KetikaYumi menengadah, untuk pertama kalinya Shinji melihat betapa cantiknyagadis itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput,ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingatketika Yumi membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah diamenyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah tidak diketahuinya."Tidak, Yumi. Engkaulah yang kuinginkan." Shinji merengkuh gadis itu kedalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yang tiba-tiba membuncahdidalam dadanya.Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, "Kamidatang untuk menghadiri pernikahan kalian!"True love doesn't have a happy ending , because true love never ends....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home