Saturday, May 14, 2005

positive thinking

positive thinking

> Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat.
> Ia sungguh piawai dalam memahat patung.
> Karya ukiran tangannya sungguh bagus.
> Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya
> Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif.
> Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
>
> Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi
> Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."
> Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga
> kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi
> Pygmalion berkata : "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk
> urusan lain yang lebih perlu".
>
> Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat.
> Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat
> pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."
>
> Itulah pola pandang Pygmalion.
> Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik
> Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain sebaliknya.....
> Ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
>
> Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu
> yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika
> sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung
> itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan
> Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan
> isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia
> betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.
> Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion,
> Lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
> Yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.
> Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya
> Yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
>
> Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola
> berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu
> keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi
> positif.
>
> Misalnya,
> Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang,
> maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
>
> Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya
> dia betul-betul menjadi cerdas.
>
> Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil,
> besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
>
> Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran
> kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau
> ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita
> menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan
> dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
>
> Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya
> ia betul-betul menjadi tidak jujur. Kalau kita sudah putus asa dan
> merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali
> kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
>
> Pola pikir Pygmalion adalah
> berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang.
> Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu.
> Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.
>
> Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
> Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Kalau kita
> berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga
> hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada
> kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir
> buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba
> membujuk, " atau kita mengomel "Ah, hadiahnya cuma barang murah.">
> Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita
> menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau
> kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa
> gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia
> ingat untuk memberi kepada kita."
>
> Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.
> Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak
> kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai
> kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata
> yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa
> curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup
> kita damai.
>
> Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
> Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain.
> Berpikir baik tentang keadaan.
> Berpikir baik tentang Tuhan.
>
> Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.
> Keluarga menjadi hangat.
> Kawan menjadi bisa dipercaya.
> Tetangga menjadi akrab.
> Pekerjaan menjadi menyenangkan.
> Dunia menjadi ramah.
> Hidup menjadi indah.
> Seperti Pygmalion........
>
> MAKE SURE YOU ARE PYGMALION
> and the world will be filled with positive people only
> What a wonderfull world......
>
> I see friend shaking hand say...
> They say How do you do
> They really saying I Love You....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home